Selasa, 11 Desember 2012

New Jelajahi Kompas.com Bersama Teman-Teman Facebook Anda Learn more Kembali ke Index Topik Pilihan Kembali ke Statuta FIFA, PSSI Buat Keputusan Mengejutkan

BANJARMASIN POST/PATHRU RACHMAN
Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Hotel Aquarius Boutique di Jalan Imam Bonjol Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang dijadwalkan digelar, Senin (10/12/2012) ricuh. Ratusan, peserta dan undangan serta pemantau dilarang polisi menggunakan ballroom hotel dengan alasan tidak ada izin pelaksanaan kongres. Akhirnya, kongres darurat digelar di ruang lobi hotel.

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Hotel Aquarius Boutique, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (10/12/2012), menghasilkan keputusan mengejutkan yakni membatalkan MoU dan membubarkan Joint Committee (JC). Apa yang mendasari keputusan tersebut?

Sekjen PSSI Halim Mahfudz mengungkapkan, dasar keputusan tersebut dituangkan dalam surat FIFA yang dikirimkan melalui Sekjennya, Jerome Valcke, kepada PSSI pada 9 Oktober lalu.
Dalam suratnya, FIFA dengan tegas menyatakan, "Therefore, shoud the process set in the MoU fail for whatever reason, we remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanction (article 13 of the FIFA Statutes)."
Singkatnya, apabila proses dalam MoU gagal dengan alasan apa pun, FIFA mengharuskan PSSI mematuhi statuta FIFA dan jika ada pelanggaran akan dikenai sanksi.

"Landasan itu yang kami pegang. Saya yakin, FIFA akan memahami keputusan PSSI karena PSSI kembali kepada statuta daripada mempertahankan MoU yang sudah gagal diterapkan," ungkap Halim kepada wartawan di Hotel Aquarius Boutique, Senin petang.

JC dinilai telah gagal menghasilkan keputusan sejak melakukan rapat pertama hingga terakhir yang berlangsung pada 5 Desember dengan dihadiri utusan AFC, James Kitching.
Kegagalan JC di antaranya gagal menyepakati tempat, tanggal pelaksanaan, dan status kongres (antara kongres luar biasa dan kongres biasa). Hingga saat ini, verifikasi peserta (voter) tidak dapat dilaksanakan karena setelah PSSI menyerahkan daftar sesuai statuta dan kongres Solo, pihak KPSI belum menjawab proses verifikasi tersebut hingga batas terakhir pada Minggu (9/12/2012), pukul 11.00 WIB.

MoU juga dinilai gagal menghentikan KPSI melakukan pelanggaran secara berulang atas statuta PSSI, AFC, dan FIFA. MoU juga tak mampu menghentikan KPSI membentuk timnas tandingan serta menghalangi beberapa pemain bergabung ke dalam timnas di bawah yurisdiksi PSSI.

Berdasarkan hal tersebut, rapat Komite Eksekutif PSSI di Palangkaraya pada Minggu kemarin memutuskan:
Pertama, merujuk surat FIFA tersebut dan dengan kegagalan pelaksanaan MoU, Komite Eksekutif PSSI memutuskan pelaksanaan kongres dikembalikan menurut prosedur yang diatur statuta.
Kedua, kongres di Palangkaraya pada Senin (10/12/2012) dilaksanakan dengan status Kongres Luar Biasa (KLB).
Ketiga, KLB itu diikuti anggota yang sesuai dengan ketentuan statuta FIFA, yaitu klub-klub anggota yang mengikuti kompetisi PSSI, AFC, dan FIFA dalam tahun berjalan.

Sebanyak 86 voter akhirnya sepakat membatalkan MoU dan membubarkan JC. Tidak hanya itu, KLB pun menyepakati tiga agenda utama, yaitu perubahan statuta, pengembalian empat anggota komite eksekutif PSSI (La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Tony Apriliani, dan Erwin Dwi Budiawan) yang dipecat, dengan syarat meminta maaf dengan diberi waktu sebulan, serta penyatuan liga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar